matakubesar
hanya sebuah catatan    
Sunday, June 07, 2009
Manohara dan Pelayanan Publik di Indonesia
Siapa yang tidak kenal Manohara belakangan ini muncul di permukaan karena kasus KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) oleh suaminya. Walaupun belum ada bukti nyata, tapi kita sering sekali mendengar tentang kasus KDRT selalu kalah dan lemah di pengadilan. Dalam persoalan KDRT perempuan-perempuan ini selalu mendapat posisi yang lemah karena persoalan pembuktian yang lemah apalagi jika menyangkut KDRT dalam bentuk mental. Manohara adalah perempuan sangat cantik menikah berusia muda (16 tahun), orang tuanya bercerai dan mau menerima pinangan seorang laki-laki kaya dari golongan kerajaan. Orang-orang tentunya akan berfikir, siapa yang tidak akan tertarik pada status sosial seperti ini dengan kekayaan yang berlimpah dan masa depan yang terjamin.

Beberapa bulan ini orang-orang tertarik dengan kisah Manohara karena ibunya datang pada media, menjadikan masalah ini begitu menarik untuk disimak. Informasi yang dituturkan ibunya dari awal penculikan hingga penyiksaan yang dilakukan oleh suaminya dari golongan kerajaan Kelantan-Malaysia. Orang-orang lalu berfikir, ”masa iya orang terhormat sanggup berlaku kasar seperti itu”?.

Pertanyaan saya, kenapa ibunya (Desi Fitri) mengangkat masalah ini ke media bukanya lapor ke polisi atau departemen luar negeri. Apakah ini sebuah simbol keputusasaan Desi Fitri atas pemerintah kita yang sering sekali tidak tanggap atas keluhan publik? Apakah ini adalah sebuah upaya membentuk kekuatan dalam melawan kekuasaan kerajaan yang super atau bentuk tidakpercayaan Desi pada pemerintah kita. Karena sering tidak tanggap, terbukti dengan tingginya publikasi yang dilakukan oleh Desi tapi pemerintah kita tetap adem ayem.

Lepas dari laporan yang dilakukan oleh Desi benar atau salah, jujur atau berbohong tapi pada kenyataanya pemerintah kita tidak ada gerakan sebelum di gembar gembor oleh pihak media.

Pelayanan publik ini tidak hanya laporan kejahatan pada polisi kelewat administratif, harus kelihatan rusak dulu atau bahkan sampai meninggal barulah mereka bertindak. Tapi kalau masih kelihatan baik-baik saja dan tampak kuat, mereka hanya memandang masalah dengan sebelah mata. Saya sedikit kecewa dengan pernyataan orang yang berpengaruh di negeri ini, yang mengatakan bahwa ini adalah masalah keluarga dan sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik. Lalu apa jadinya jika Manohara sampai bunuh diri karena tidak dapat mengendalikan depresi dalam menghadapi suaminya? Apakah beliau akan mengatakan ini masalah keluarga sementara keputusan dewan tentang KDRT begitu jelas, bahwa kita masyarakat tinggi-menengah-bawah berada dalam perlindungan negara. Apakah karena dia perempuan berstatuskan istri harus menerima apa adanya kondisi mental suaminya. Buat apa dia lari di tengah kemegahan dan kemudahan administratif yang bagi masyarakat seperti saya sulit mendapatkannya kecuali kita punya uang. Bukankah tugas negara melindungi rakyatnya ketika mereka ada di negeri orang apapun masalahnya, apakah dia buron , pengedar narkoba, masalah kekerasan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang rentan terjadi, pendidikan, pembunuhan, kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya. Ini bukan hal sepele.

Lalu orang-orang mulai sedikit nyiyir karena dia seorang perempuan cantik, menarik, model yang baru dikenal kemudian mulai dilirik para produser, agen-agen karena nilai jual kisah hidupnya? Tidak ada yang ingin menjadi terkenal jika dia harus melewati persoalan yang tidak diundangnya. Lalu dimana harga dirinya jika dia harus merusak muka kerajaan Kelantan untuk mendapatkan ketenaran. Saya fikir Manohara dan ibunya terlalu berani jika sampai melakukan hal itu hanya untuk ketenaran.

Sekarang pihak Deplu dan jajaran pemerintah kita seperti kebakaran jenggot. Mereka tidak berbesar hati mengakui, rendah hati atau bahkan intropeksi atas salah satu persoalan publik yang terkuak di media. Kalau kita kumpulkan keluhan-keluhan publik yang senada, barangkali jumlahnya akan banyak sekali.

Lihatlah kasus lumpur lapindo yang tidak juga selesai, jalan-jalan bolong di Bandung yang semakin parah, polusi kendaraan bermotor yang tidak terkendali, perizinan pabrik yang sembarangan, apartemen-apartemen mewah yang meraja dimana-mana, pelayanan pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang ruwet, kebijakan-kebijakan usaha (mall-mall) yang tidak seimbang dengan kondisi lingkungan, pelaporan kasus pencurian yang tidak selesai dan banyak lagi. Semua ini akan selesai jika si-pemilik masalah mempunyai posisi yang bagus di kalangan masyarakat, memiliki kekuasaan dan tentunya uang dimuka.

Lalu ada yang lebih lucu, tengoklah kasus Prita. Dia ditangkap karena mengeluh atas pelayanan publik rumah sakit omni internasional atas perawatannya saat dia sakit. Lalu pihak rumah sakit melaporkannya pada pihak berwajib dan menjadikan sebuah kasus pencemaran nama baik. Prita tidak berdaya bahkan tidak punya kesempatan untuk mendapatkan pembelaan, tidak mendapatkan pelayanan dan upaya pembelaan dari pemerintah sebagai pihak netral. Logikanya, persoalan ini menyangkut kedua belah pihak masyarakat (konsumen dan produsen) yang mestinya mendapatkan pembelaan yang seimbang. Dia dilepaskan dari penjara selama 3 (tiga) minggu (lagi-lagi) setelah digembar gembor oleh pihak media, atas dukungan dari JK agar melepaskan Prita dan juga kunjungan Megawati ke Lapas. Aneh, negeri ini sepertinya akan selalu bergerak jika orang nomer satu atau orang yang berpengaruh turun tangan. Lepas bahwa JK dan Megawati memanfaatkan kondisi untuk mendukung strategi politiknya, saya fikir pengelola negara ini punya pribadi yang lemah.

Begitu juga dengan kasus Tisna Sanjaya beberapa tahun yang lalu dengan pihak pemerintah Kota Bandung yang membakar karya seninya. Tisna sebagai masyarakat biasa menuntut pemerintah, minta pertanggung jawaban atas pembakaran ini. Tidak ada yang berbesar hati menerima ini sebuah kekeliruan penilaian pembakaran atas karya seni atau sampah. Mereka semakin keras kepala dan mempertahankan harga dirinya sebagai pe(tukang)merintah, hasilnya? Bagi yang tidak tahu kasus ini anda pasti bisa menebaknya dengan jelas pihak mana yang menang.

Huffff.... jadi, lagi-lagi siapa yang berkuasa, disana pelayanan publik yang nomer satu akan kita dapatkan. Tapi tidak perlu sedih menghadapi ini, bukanya kita sudah biasa mengunyah persoalan-persoalan seperti ini, bahkan antibody-nya juga sudah super. Sebagai masyarakat biasa, kita terbiasa gigit jari bukan dalam mengadapi persoalan pelayanan publik yang tidak maksimal. Hehehehee... Saya nulis begini bakal ditangkap tidak ya seperti halnya ibu Prita? Huhuhuk....

Ima I 6 Juni 2009
posted by matakubesar @ 9:59:00 PM   0 comments
Tuesday, May 12, 2009
Perjalanan Panjang
Saya datang terlambat sekitar 30 menitan, dari halaman café Victoria beberapa raut muka yang saya kenal sudah duduk dibarisan meja marmer panjang. Ada Siti Namirah, Ana Erliansyah-dulu kami mengenalnya dengan nama Siti Aminah, Irna, Deni bancet, Amry, Arif Saraf, Harry dan Erwin. Tidak banyak perubahan dari raut muka mereka kecuali garis-garis mukanya yang bertambah kuat. Dalam otak saya ingin bertanya : ”Hey, apa kabar hidupmu ?”

Tak lama kemudian Yuyun datang diantar oleh entah siapa, ternyata dia menjadi guru di sebuah SD dan sudah punya anak tiga. Paling besar sudah di bangku SD kelas 3. Sementara Irna menjadi ibu rumah tangga dan sudah mempunyai anak 2, dan salah satunya menjadi muridnya Yuyun. Benar-benar kejutan. Siti Namirah menjadi psikolog profesional , walaupun belum menikah dia terlihat bersemangat menjalani hidupnya. Lalu Siti Aminah yang menjadi staff administrasi di UNPAD, dan masih terlihat tenang seperti dulu. Harry terlihat lebih subur dan bekerja di ITB, Deni Bancet telah mempunyai seorang anak yang sangat cantik dan Arif tetap menjadi objek ledekan. Tapi rasanya hampir semua menjadi objek ledekan deh, hehee.. Begitu juga dengan Yayan makin terlihat matang dengan kumisnya :D . Nizpar yang datang belakangan tampak bingung dan senang tidak menyangka yang kumpul akan lumayan banyak. Erwin semakin okeh berprofesi photografernya. Irna ijin pergi dulu ke acara sunatan anaknya Thelma di Gazeboo dan datang kembali dengan memboyong Yuni. Yuni masih seperti dulu, mungil dan sepertinya tampak kurusan. Dia bekerja di penerbitan, dan hampir semua pernah melihat Yuni menjadi host keagamaan di salah satu tv lokal.

Kami begitu bebas tertawa, saling ledek dan bercerita tentang anak, pekerjaan, dan bahkan ada yang belum menikah. Tapi semua obrolan berjalan begitu menyenangkan, tidak ada obrolan-obrolan politik, seni, analisis ilmiah. Ringan dan tertawa-tertawa walaupun dibalik obrolan itu banyak kejutan dibalik pengalaman hidupnya. Semua seperti kembali ke emosi masa SMA yang bebas berfikir, bebas bertindak, bebas menerawang. Hahahaa... walaupun dengan wujud fisik yang sedikit berubah. Tapi dibalik perubahan-perubahan itu lebih banyak tidak berubahnya, mereka tetap menyenangkan, tidak menunjukan perubahan yang sangat berarti atau berusaha menghormati perjalanan hidup masing-masing dengan tidak menunjukan proses jatidirinya. Kami begitu bebas ketawa-ketawa, berbagi cerita tentang anaknya dan pekerjaanya.

Walaupun tidak mendalam tapi saya mengerti pasti mereka telah melewati proses hiruk pikuk dunia. Dari garis mukanya saya yakin mereka telah banyak melewati persoalan-persoalan yang mudah sampai titik yang tersulit. Hei, aku mengerti. Masa-masa golden age telah kita lewati, masa-masa idealis tinggi dan banyak hal yang dikorbankan untuk memperoleh keinginan ada digenggaman.

Dibalik tertawa-tawa kita, saya mengerti banyak hal yang ingin kalian bagi saat perjalanan panjang membawa kalian menjadi seperti sekarang ini. Saya juga mengerti dibalik tertawa-tawa itu banyak luka yang membekas dibalik perjalan hidup kalian yang panjang. Saya akan selalu merindukan kalian, semoga hidup kita menjadi lebih maju, bermanfaat untuk orang banyak, keren, dan tetap rendah hati seperti kemaren.

Thank’s for being my friend.

Ima
posted by matakubesar @ 6:09:00 PM   2 comments
Wednesday, April 22, 2009
Untukmu, Anakku

Aku melihatmu di monitor USG sejak kamu berupa janin. Aku rindu untuk kontrol agar bisa melihatmu dibalik layar itu. Diawal pergerakan, kaki dan tanganmu begitu lincah menari dan berenang-renang. Minggu berikutnya badanmu semakin besar saja, pergerakan kaki dan tanganmu tidak begitu lincah tapi jari-jari itu seperti melambai kepadaku dan bapakmu yang riang melihatmu. Kami merindukanmu, sangat!

Hari ini aku, ibumu tidak sehat seperti biasanya. Tempat makanmu tidak teletak pada posisi yang semestinya, kondisi badanku lemah dan nyeri. Aku harap kamu tetap kuat dan sehat di kantung sana. Sebaiknya kamu tenang saja sampai waktunya keluar, jangan sekarang yah karena kami ingin melihatmu tumbuh besar, sehat, cerdas , karakter yang kuat, kepribadian, akhlak yang kuat dan pintar. Kami ingin kamu mempelajari kehidupan yang yang luar biasa ini. Betapa banyak hal yang berbeda baik manusia, tumbuhan, hewan dan benda-benda lainnya yang dapat mempengaruhi hidupmu menjadi baik atau sebaliknya.

Kami ingin sekali berbagi kehidupan ini denganmu. Kami ingin mengajakmu mengenal dunia kesenian, dunia ini telah mengajarkan kami menikmati hidup. Otak kami terus diajak berfikir dan hati kami tidak berhenti merasakan keindahan dan kerusakan dengan reaksi yang cepat. Perubahan sudut pandang kami terhadap hidup menjadi berubah, dari sempit menjadi luas, dari negatif menjadi positif, dari lemah menjadi kuat dan proses ini dilewati masa yang cukup panjang. Jangan pernah menyerah dan menghakimi diri sendiri sehingga kamu lari dari ketidak berdayaan karena dari ketidak berdayaan itu melahirkan kekuatan selama kamu mau berfikir dan mencari jalan keluarnya. Aku merasakan itu, karena aku perempuan yang sangat tidak percaya diri tapi disana aku bertemu dengan orang-orang yang percaya diri dan aku mempelajarinya dari mereka. Teman-temanku yang tidak lelah mendampingi kelelahan dan kelemahan dalam menghadapi persoalan. Anakku, betapapun sulinya menemukan teman yang tulus, selama kamu tetap berbuat tulus dan baik, mereka akan datang padamu.

Anakku, di dunia kesenian ini mengajarkan banyak keindahan dan kesuraman. Jangan takut menghadapi kenyataan, karena mereka bukan kamu dan kamu bukan mereka. Tetaplah dalam pendirianmu, lihat dan pelajari apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hidupmu.

Anakku, waktu akan merubah banyak hal. Semakin hari kita belajar pada apa yang kita lihat, dengar, raba, sehingga dapat merasakan sesuatu yang sulit dimengerti. Setiap hari belajar dari kejenuhan, ketidakberdayaan, kekuatan, dan sampai pada titik semakin tahu apa yang bisa diputuskan untuk menghadapi tingkah persoalan yang datang silih berganti. Bahkan ketika semakin banyak tahu terbukalah pintu-pintu tidak tahu yang menjadi persoalan baru.

Sayangnya, banyak sekali diantara kita sering kehabisan energi untuk memecahkan ketidaktahuan itu. Merasa lelah atau lebih memilih untuk tetap tidak mau tahu sehingga tetap berada pada titik jenuh atau jalan ditempat. Atau bisa jadi karena merasa sudah besar, dirinya tidak perlu untuk membuka jendela hati dan pikirannya yang tidak terbatas itu melihat beragam kemungkinan. Tapi aku tahu, kamu akan kuat menghadapi segala perubahan itu. Karena kamu anakku dan bapakmu yang memiliki pendirian yang kuat dan berjiwa besar.

Anakku, jangan keluar sekarang yah. Aku dan bapakmu ingin mengajakmu keliling dunia, kita… ya kita! Suatu hari nanti aku ingin matamu dimanjakan dengan keindahan dunia yang sedemikian agung. Aku ingin kamu dapat mendengarkan suara dedaunan, gemerisik angin , riak air terjun dan merasakan deburan ombak. Aku ingin melihatmu tertawa, menyanyi dan bercerita tentang banyak hal dengan riang. Kamu harus mencoba masakan yang di buat dibawah langit yang bertaburan bintang, ditengah-tengah kemilau pagi atau birunya langit berhiaskan awan-awan yang sedang bermalas-malasan. Rasanya begitu nikmat, kamu akan semakin tersadarkan bahwa kita bagian dari alam dan alampun bagian dari hidup kita. Tarik menarik jiwa manusia kita dan jiwa alam semakin kuat dan lengkap.

Disini, kamu akan mengenal Tuhanmu semakin dalam. Lembaran surat cinta yang digoreskan dengan sangat hati-hati memberikan gambaran yang luar biasa tentang hidup kita sekarang, dulu dan masa depan. Semakin kamu menganal Tuhanmu, kamu tidak akan penah ragu-ragu dalam menghadapi dan menjalani hidup. Karena disini kamu akan mengenal salah, benar, hitam, putih, perbedaan, ketidakpastian, keyakinan sehingga hati dan otakmu semakin luas dan terbuka. Aku yakin, dengan izin-Nya kamu akan menjadi sosok yang adil dan tangguh.

Anakku, semoga aku dan bapakmu mampu menjadi orang tua yang bisa membahaiakan hidupmu. Menghiasi hidupmu dengan kenangan-kenangan indah dan mampu mengarahkan pada kehidupan yang selalu baik dan lebih baik lagi.

Anakku, aku selalu mencintai dan merindukanmu…

Ibumu

posted by matakubesar @ 6:57:00 AM   0 comments
Sunday, December 07, 2008
Idul Adha
Hari ini, berulang seperti tahun yang lalu ada degup kencang yang tidak biasa. Perputaran bintang, planet, mengikuti perputaran setiap sujud, ruku, takbir.Degup takbir, lambang kekuasaan Allah yang tidak terkira, mengumandang pada tiap desir bintang hingga setiap sel makhluk yang ada di muka bumi ini. Memecahkan segala keangkuhan, kesombongan dari ilmu, harta yang dimiliki oleh manusia. Dibalik berkuasanya manusia, ada kekuasaan melebihi dari yang kita miliki.

Saya belum pernah mendapatkan kenikmatan yang pernah saya rasakan,uang yang pernah saya terima, ilmu, bermain teater, bernyanyi membeli baju kenikmatan yang tak sebanding dengan ibadah di baitullah dan Ibadah Haji. Saya menemukan cara pandang yang berbeda. Begitu banyak orang-orang dari segala penjuru dengan beragam warna kulit bahasa. Dari yang paling kaya dan tidak kaya. Dari yang paling pintar hingga gagap ilmu. Tapi semua menggunakan bungkus yang sama, berpakaian putih, hanya tanda bendera atau pernak-pernik lain yang menandakan dia kelompok sana atau dari negeri sini. Ketika adzan berkumandang semua melakukan sholat dengan takbir, doa-doa, ruku,sujud ,salam yang sama berikut jumlah sholatnya sama.

Kami begitu beragam namun ketika beribadah semua elemen tidak ada yang berbeda. Padahal jarak, budaya, bahasa, kondisi sosial berbeda namun disatukan dalam satu ibadah yang sama, sama sekali tidak berbeda.

Tak ada jenjang sosial yang tampak, semua hanya satu nada baik dari pakaian maupun bendera ibadah yang kami tuju, Allah.
posted by matakubesar @ 7:51:00 PM   0 comments
it's you...lovely bestfriend
tak ada puisi lagi yang dapat membandingi segala kenyaman ini
perasaan yang begitu tenang
ku temukan kau bagai oase dan pertemuan itu menumbuhkan seribu oase
dulu seribu pelarian aku cari
ternyata dia ada di depan mata,
selama ini
kau selalu disebelahku, menemani tawa, peluh dan tangisan


ternyata, itu adalah kamu
membuatku selalu tertawa
memandang bumi tandus menjadi seribu warna
bunga, aliran air, bebuahan

tak ada kata-kata yang sanggup menampung segala kenyamanan ini

untuk suamiku, ahmad nurcholis
posted by matakubesar @ 5:49:00 AM   0 comments
Friday, December 05, 2008
SELAMAT PAGI
Dua hari lagi idul adha, biasanya kami akan sibuk memasak. Tumis kentang, merupakan makanan pokok, ayam bumbu special bikinan mak ida, capcay, kerupuk dan makanan kecil biasanya dikirim dari Ma Atik, kue ali agrem bikinan orang negla atau Ceu Eutik berikut opak dari Cigondewah. Khas dan akrab di lidah.

Ada yang menyenangkan di hari idul adha, halaman rumah kami lumayan luas untuk memotong beberapa ekor kambing. Tidak hanya milik keluarga, bahkan tetangga atau teman dari kakak suka menitip penyembelihannya di halaman rumah. Setelah shalat sunat ied, kami pergi berjiarah dulu ke makam. Kali ini tidak hanya emak, abah, pipit, teh anis aja yang akan di jiarahi tapi sekarang disana ada bapa. Sepertinya mereka lagi menikmati ayam bakar dan kangen-kangenan.

Idul adha begini, biasanya kami menyisakan daging kambing buat bapa. Sepulang dari masjid bapa langsung makan dan mendengarkan riung rendah suara kami. Becanda dan ketawa-ketawa, teriakan anak-anak semunya serba tidak terkendali. Rumah yang lumayan besar dari terasa sempit karena penuh oleh kakak, ipar, dari anak-anaknya yang masih kecil sampe yang abg bahkan yang sudah punya anak. Tapi kalau ada acara makan-makan begini biasanya kekurangan sendok, saya juga tidak mengerti padahal amih sering sekali membeli sendok.

Ini dia acara kurban, tampak kejam untuk orang-orang yang peduli biatang, tapi ini bagian dari sunnah yang mempunyai makna yang tidak sedangkal kelihatannya. Sebetulnya acara pemotongan hewan ini sama saja, hanya yang paling seru adalah Kang Tis selalu menyiapkan kanvas yang sudah dilumuri lem putih dan setiap kambing yang sudah dibelih diangkat ke atas kanvas itu lalu di cetak dengan menggunakan arang jadilah karya baru. Mungkin ada sekitar 5 (lima) tahun kebelakang kang Tis membuat karya seperti ini. Unik memang.

eh, biasanya bapa suka melihat di balkon sambil tersenyum dan kembali ke kasurnya kalau sudah cape. miss u dad!
posted by matakubesar @ 7:34:00 AM   0 comments
Thursday, November 27, 2008
hey dad
sore itu begitu sendu dan kelabu
ombak berhenti beradu
angin berhenti berhembus
hujan tak seperti biasanya kering
sedetik
semenit
semua nafas berhenti berhembus
terbawa hembusan nafas bapak
tak ada rasa sakit di rautnya
tak ada rasa ngilu dan mengerikan di tubuhnya
hanya sisa keringat yang deras mengaliri dahi dan tubuhnya
tubuhnya ringkih termakan usia
tidurlah yang nyenyak
dialuni dawai yang lembut di telinga
dan harum yang tak pernah ada

i miss u, dad

27 Nopember 2008
posted by matakubesar @ 3:52:00 PM   0 comments
Wednesday, November 12, 2008
ingin mobil...
Baru kali ini saya sangat menginginkan kendaraan sendiri. sebetulnya saya paling anti memakai mobil yang dikendarai sendiri karena sebal melihat kendaraan yang sudah demikian penuh sesak di jalanan, belum lagi polusi yang semakin mengotori tiap jengkal paru-paru kita. ugh!! Tapi kali ini saya MEMBUTUHKANnya. Seperti halnya saya tidak menyukai handphone, tapi karena keadaan, akhirnya saya harus mengalah pada zaman, saya MEMBUTUHKANYA.

Saya mulai mengumpulkan lagu-lagu yang asik untuk didengar di mobilku nanti. soundtrack elizabeth town yang bikin nyam-nyam banget di telinga, lagu-lagunya dave matthews, U2, nirvana doooong, gitarnya bujana yang gurih di jero hate (jararadul pisan nya...nya punteun atuh) nya sarupaning lalaguan.

Jadi sekarang setiap naik angkot, siap pasang headset yang isi lagu sesuai dengan perjalanan dan tentunya serasa nyupir sendiri sambil menahan diri agar tiak teriak-teriak diantara penghuni angkot lainnya. hahaha... era atuh atos sepuh.

Doakan kami yah untuk para pembaca dan menulis blog agar kami segera memiliki dan mengendarai Honda CRV. Haaaaahaaahaaaa... Kalau mau ikut keliling indnesia dengan mobil kami boleh daftar lah, asal bawa makanan yang banyak. Kita bikin tenda di sebuah tempat yang enak banget pemandangannya sambil bakar singkong dan sosis, tentunya ngaliwet. Setelah capenya reda, kita jalan lagi.

merdeka!!
posted by matakubesar @ 1:24:00 PM   1 comments
akhirnya...
Akhirnya bisa juga nembus password yang udah lama saya lupa. sebetulnya bisa di otak atik di jauh-jauh hari untuk dapat password lagi.tapi karena malas akhirnya setelah bertahun-tahun rasa kangen menulis di blog mendorong saya untuk masuk lagi kedunia ini.

hey... ini dia bagian dari hidup dan kesenangan saya.

Malas memang penyakit yang bisa membunuh waktu dan tentunya mematikan kesempatan dari kenikmatan hasil dari kemampuan yang kita miliki. Segalanya menjadi tertunda karena memang waktu yang tepat untuk mendapatkan yang kita inginkan belum ke download semua ya gimana mau di proses. begitu juga hidup, ketika kemampuan belum juga terasah dan disimpan lama jadi kesempatan itu akan tertunda pula.

ugh... i hate malas. Saya banyak melihat teman-teman yang memiliki keinginan yang sama telah mencapai yang ia inginkan. Sementara saya selalu kembali ke titik 0 karena terhambat dalam keinginan untuk mencapai tujuan yang lain, tapi kemudian kembali tersadar bahwa duniaku adalah sesuatu yang telah lama saya tinggalkan. Malas ini mendorong saya beralih pada yang lain sehingga memperlambat waktu. ah, menyebalkan! Sebal memang, tapi saya tidak menyesal, akhirnya saya menemukan dunia yang saya inginkan walaupun belum semua tercapai. paling penting saat ini saya sangat menikmati perjalananya.

12.11.2008
posted by matakubesar @ 1:05:00 PM   0 comments
Saturday, November 26, 2005
Kalian, aku rindu
Hujan datang sedari pagi
menenteng hari-hari lalu
menampakkan foto hitam putih dari hari ke hari

Riuh rendah gitar kalian
riuh rendah gelak menyala dilorong itu

luka menjadi nyanyian riang
nyanyian riang menjadi buah kesakitan, hari ini

...berlalu
berjalan begitu lambat
namun ruang begitu cepat berubah
aku-kalian entah dimana
tapi lahan begitu subur menapaki jejaknya

berlari aku
berlari kamu
diladang masing-masing


bersama

berlari bersama
hati kita tetap menyatu
didalam segelas kopi yang kerap kita minum bersama

di sore
pagi
siang
malam
menggelayutkan kefanaan
bersama
aku
kamu
kita kerap bertemu didalam bisu
... riuh sekali
posted by matakubesar @ 9:23:00 AM   1 comments
About Me

Name: ima rochmawati
Home: Bandung, Jawa Barat, Indonesia
About Me: dreamer
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Links